Ketum Barisan Pelopor Tanto Sudiro Soroti Krisis Moral Usai Penghinaan terhadap Jenderal A.H. Nasution

ozone
Kamis, November 05, 2026 | 14:32 WIB Last Updated 2026-11-05T07:37:56Z
Tanto Sudiro soroti penghinaan Jenderal A.H. Nasution sebagai krisis moral media sosial
Tanto Sudiro, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor (IKBBP).

JAKARTA, OZONE.co.id
— Beredarnya konten media sosial yang memperlihatkan tindakan tidak pantas seorang anak terhadap Pahlawan Nasional Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution kembali memicu perhatian publik.

Kasus tersebut dinilai sebagai alarm penting mengenai melemahnya etika di ruang digital, sekaligus perlunya penguatan pendidikan moral dan literasi digital sejak usia dini.

Keprihatinan itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor, Tanto Sudiro. Menurutnya, tindakan tidak pantas terhadap almarhum, apalagi terhadap seorang jenderal besar sekaligus pahlawan bangsa, tidak seharusnya terjadi.

“Saya sangat prihatin dengan adanya insiden itu. Untuk itu, perlunya pembenahan moral dan pentingnya literasi digital berbasis Pancasila sejak dini,” ujar Tanto Sudiro, Kamis (05/11/2026).

Peran orang tua dinilai penting


Tanto menilai, kasus yang melibatkan seorang anak tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran serta pengawasan orang tua.

Ia mengungkapkan, anak-anak umumnya belum memiliki kematangan untuk memahami dampak dari tindakan yang mereka lakukan, terlebih saat konten tersebut disebarluaskan di media sosial.

“Kita yang menganut adat ketimuran memandang orang tua adalah cerminan anak-anaknya,” katanya.

Bagi Tanto, kejadian ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan sejarah, rasa hormat kepada pahlawan bangsa, serta bimbingan orang tua dalam penggunaan media sosial.

Ajak pemerintah dan masyarakat bersinergi


Lebih lanjut, Tanto mengajak instansi pemerintah, orang tua, guru, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga memiliki rasa hormat terhadap sejarah dan jasa para pahlawan.

“Kejadian ini menjadi momentum pentingnya pendidikan sejarah, penghormatan kepada pahlawan bangsa, dan bimbingan serta pengawasan orang tua dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Tentang A.H. Nasution


Abdul Haris Nasution atau akrab disapa Pak Nas merupakan tokoh militer yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai pelopor konsep perang gerilya dan pernah menjabat sebagai Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia.

Pemerintah menetapkan A.H. Nasution sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No. 073/TK/Tahun 2002 yang ditetapkan pada 6 November 2002. (Hnd)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketum Barisan Pelopor Tanto Sudiro Soroti Krisis Moral Usai Penghinaan terhadap Jenderal A.H. Nasution

Trending Now