Lurah Sofyan Cuti, Warga Rawa Sari Protes Kebijakan Penundaan Pilket RT Baru

ozone
Selasa, Maret 10, 2026 | 17:34 WIB Last Updated 2026-03-12T11:10:24Z
Lurah Sofyan Cuti, Warga Rawa Sari Protes Kebijakan Penundaan Pilket RT Baru
Puluhan Warga geruduk kantor Lurah Tanjung Pinggir, protes atas kebijakan penundaan pemilihan ketua (pilket) RT Baru di RT. 02/RW.04 Kampung Rawa Sari.

Batam
- Warga RT. 02/RW. 04 Kampung Rawa Sari, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mendesak Lurah Tanjung Pinggir, H. Agus Sofyan untuk segera memfasilitasi pemilihan ketua (RT) baru, dikarena kan polemik kepemimpinan yang berlarut-larut dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban lingkungan, Selasa (10/3/2026).

Menurut warga, konflik ini bermula dari masa jabatan ketua RT lama yang telah habis sejak 03 Maret 2026 lalu, serta dugaan ketidaktransparanan dalam penundaan pembentukan panitia pemilihan untuk pelaksanaan pemilihan ketua RT baru, sehingga warga merasa hak mereka diabaikan.

"Kami menilai penundaan pembentukan panitia pemilihan mengabaikan hak pilih warga, sehingga kami melakukan protes hari ini di Kantor Lurah Tanjung Pinggir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung," ujar warga Lindung saat bertemu Seklur Tanjung Pinggir.

Dalam audiensi tersebut, warga  menuntut pembatalan rencana perpanjangan Surat Keputusan (SK) masa jabatan ketua RT lama yang kini sudah kadaluarsa, dan meminta pemilihan ketua RT baru digelar secepatnya di bulan Ramadhan ini agar aspirasi masyarakat dapat segera tersalurkan.

Lindung mengatakan, kebijakan Lurah Sofyan menunda pemilihan ketua RT baru menuai keheranan warga dan terkesan menghambat hak pilih mereka. Terlebih, penundaan ini justru sampai usai hari besar umat Muslim.

"Disini kita berharap lurah Sofyan dapat mengkaji ulang atas kebijakannya. Warga yang hadir disini juga mengharapkan hal yang sama," ujar Lindung.

Di tempat yang sama, Ucok, selaku tokoh masyarakat Kampung Rawa Sari, mendesak kehadiran Lurah Sofyan agar dapat mendengarkan aspirasi warga. Ia berharap, pemilihan ketua RT baru bisa terlaksana pada bulan suci Ramadhan 1447 H.

Ucok juga menyatakan bahwa dirinya bersama puluhan warga lain akan terus berjuang hingga aspirasi mereka didengar oleh para pemangku jabatan, karena hal ini merupakan hak mutlak masyarakat.

"Perjuangan kami tidak akan berhenti di sini, kami akan terus berjuang dan menggiring persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi," tegas Ucok.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kelurahan belum memberikan tanggapan resmi. Lurah Sofyan masih dalam masa cuti, meskipun warga berharap solusi cepat muncul demi menjaga harmoni di Kampung Rawa Sari. (Rds)



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lurah Sofyan Cuti, Warga Rawa Sari Protes Kebijakan Penundaan Pilket RT Baru

Trending Now